Skor Iklim Keamanan di SMP-SMA Turun, Lestari Moerdijat Dorong Evaluasi

skor iklim keamanan di SMP-SMA

Iklim keamanan di sekolah merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. Namun, belakangan ini terjadi penurunan skor iklim keamanan di SMP-SMA di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, seorang aktivis pendidikan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di negara ini.

Menurut Lestari Moerdijat, penurunan skor iklim keamanan di sekolah dapat berdampak negatif terhadap proses pembelajaran. Siswa yang merasa tidak aman di sekolah cenderung sulit berkonsentrasi dan belajar dengan baik. Selain itu, iklim keamanan yang buruk juga dapat meningkatkan risiko terjadinya tindak kekerasan atau mengungkapkan di sekolah.

Evaluasi Faktor Skor Iklim Keamanan

Lestari Moerdijat mendorong pihak sekolah dan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penurunan skor iklim keamanan di SMP-SMA. Evaluasi ini perlu dilakukan secara komprehensif mulai dari kebijakan sekolah, tindakan penegakan disiplin, hingga peran serta orang tua dalam menciptakan iklim keamanan yang baik.

Salah satu faktor yang perlu dievaluasi adalah kebijakan sekolah terkait penegakan disiplin. Terkadang, kebijakan yang terlalu keras atau tidak konsisten dapat membuat siswa merasa tidak aman dan tidak nyaman di sekolah. Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah untuk memastikan penerapan kebijakan disiplin yang adil dan proporsional.

Selain itu, peran serta orang tua juga sangat penting dalam menciptakan iklim keamanan yang baik di sekolah. Orang tua perlu terlibat aktif dalam mendukung kegiatan sekolah dan memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka. Dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang tua, siswa akan merasa lebih aman dan nyaman di sekolah.

Lestari Moerdijat juga menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dalam menciptakan iklim keamanan di sekolah. Pendekatan ini melibatkan semua pihak terkait, termasuk guru, staf sekolah, siswa, dan orang tua. Semua pihak perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua orang.

Untuk meningkatkan skor iklim keamanan di SMP-SMA, Lestari Moerdijat juga mengusulkan adanya program pelatihan dan pendidikan untuk guru dan staf sekolah. Program ini dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan dalam menciptakan iklim keamanan yang baik di sekolah. Selain itu, Lestari Moerdijat juga mengajak siswa untuk aktif melaporkan segala bentuk kekerasan atau mengungkapkan yang terjadi di sekolah.

Penurunan skor iklim keamanan di SMP-SMA merupakan masalah serius yang perlu segera diatasi. Dengan adanya evaluasi menyeluruh dan upaya kolaboratif dari semua pihak terkait, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *